Talawi Hilie, 11 Juni 2026 – Pemerintah Desa Talawi Hilie menggelar kegiatan Rembuk Stunting pada Kamis (11/6/2026) pagi di Ruang Rapat Kantor Desa Talawi Hilie. Kegiatan ini menjadi forum bersama untuk mengevaluasi pelaksanaan program penanganan stunting, membahas hasil pendataan balita berisiko stunting, serta merumuskan langkah-langkah penanganan yang akan dilaksanakan pada tahun 2027.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Talawi Hilie, Pausil Misbah, dan dihadiri oleh seluruh kader kesehatan se-Desa Talawi Hilie, PWS Talawi Hilie, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Talawi Hilie, perwakilan Puskesmas Talawi, serta Pendamping Desa tingkat Kecamatan Talawi.
Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan pentingnya sinergi seluruh unsur masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa juga memperkenalkan Mars Desa Talawi Hilie yang baru saja diluncurkan sebagai media untuk membangkitkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan desa, termasuk di bidang kesehatan.
Dalam rembuk tersebut, peserta menerima pemaparan mengenai hasil pendataan balita berisiko stunting di Desa Talawi Hilie. Berdasarkan data yang disampaikan, saat ini tercatat sebanyak enam balita berisiko stunting di desa tersebut.
Meski jumlah tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, hasil pembahasan mengungkapkan bahwa kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh belum optimalnya ketelitian dalam pelaporan kegiatan Posyandu. Oleh karena itu, peserta rembuk sepakat untuk melakukan perbaikan dan verifikasi data guna memperoleh data yang lebih akurat sebagai dasar penyusunan program penanganan stunting.
Selain membahas data, peserta juga melakukan evaluasi terhadap berbagai program penanganan stunting yang telah dilaksanakan selama ini. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan dalam penyusunan rencana kegiatan dan penganggaran desa tahun 2027.
Sebagai tindak lanjut, seluruh kader kesehatan se-Desa Talawi Hilie berkomitmen meningkatkan kualitas pelaporan kegiatan Posyandu serta melakukan pendampingan kepada keluarga yang memiliki balita berisiko stunting. Pendampingan tersebut akan dilakukan bersama pihak Puskesmas Talawi guna memastikan setiap anak mendapatkan perhatian dan pemantauan yang optimal.
Sementara itu, Pemerintah Desa Talawi Hilie menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui penyediaan sarana dan prasarana Posyandu serta perencanaan berbagai program penanganan stunting lainnya sesuai dengan kemampuan keuangan desa dan kebutuhan masyarakat.
Melalui Rembuk Stunting ini, seluruh pemangku kepentingan berharap upaya pencegahan dan penanganan stunting di Desa Talawi Hilie dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berbasis data yang akurat sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.






















Tinggalkan Balasan