Tradisi Turun ke Sawah, Ungkap Syukur Pada Bumi Dari Desa Talawi Hilie

 Doa bersama dimakan syeh kolok
  Doa bersama dimakam syeh kolok

TLH – 2019  ASAP kemenyan mengepul, memenuhi beranda tempat makam syeh kolok, sejumlah orang duduk bersila membentuk setengah lingkaran dan menglafalkan doa-doa dan bacaan surat yasin untuk almarhum syeh kolok dan awal dimulainya tradisi turun kesawah atau disebut juga “berkaul” dalam istilah masyarakat talawi.

Tradisi turun ke sawah atau ritual Berkaul dilakukan masyarakat suku payabadar dan suku melayu, Dusun Talago Desa Talawi Hilie, Kec. Talawi Kota Sawahlunto untuk memulai masa tanam diyakini, sudah ada sejak zaman nenek moyang, tradisi ini bentuk rasa peduli dan doa masyarakat akan hasil panen dan sumber air bersih sebelum mulai tanam, Tradisi ini juga melibatkan hewan ternak untuk disembeli, dan dimasak secara bersama-sama dan makan bajamba di Mushola Nurul ikhsan Dusun Talago, makan bajamba ditutup dengan doa – doa agar sawah berhasil panen dan banyak menghasilkan beras.

Tradisi turun ke sawah ini sempat hilang, banyak masyarakat meresahkan kehadiaran hama dan berbagai penyakit menyerang padi mereka jadi maka dari itu kebudayaan ini harus tetap ada agar dapat meningkatkan produksi padi masyarakat. Beras membludak membuat harga pasar turun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *