Kelompok Tani Maju Basamo Gelar Pertemuan Bulanan

Talawi Hilie (04/02/2021) – Kelompok Tani Maju Basamo, Desa Talawi Hilie, Kecamatan Talawi  melaksanakan pertemuan kelompok, Kamis, (04/02/2021).

Pertemuan yang rutin diadakan setiap bulan ini digelar di tempat pertemuan ujung kadang jawi Desa Talawi Hilie. Kepala Desa Talawi Hilie, Ferdian Irwan, turut hadir membuka pertemuan ini didampingi Sekretaris Desa, Ketua BPD, PPL Desa Talawi Hilie serta petani yang tergabung di Kelompok Tani Maju Basamo sebanyak 15 orang.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Talawi Hilie, Ferdian Irwan  mengucapkan terima kasih kepada Ketua Kelompok Tani maju basamo, Erizal Tambano, yang telah mengumpulkan anggota kelompok sehingga terselenggaranya pertemuan ini.

“Moment yang sangat bagus dan bisa juga akan menjadi contoh kepada kelompok tani yang ada di Desa Talawi Hilie ini, baik yang masih aktif maupun yang tidak aktif, dari informasi yang kami dapat, di Desa Talawi Hilie terdapat 14 kelompok tani, tetapi yang mau di ajak untuk pertemuan hanya ada beberpa kelompok tani, salah satunya adalah Kelompok Tani Maju Basamo,” kata Ferdian Irwan.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) daerah binaan Desa Talawi Hilie, Yamismayeni, mengungkapkan banyak hal yang harus dan bisa dikerjakan oleh Kelompok Tani Maju Basamo agar tetap eksis dan berkembang, disamping dengan kegiatan rutin yang dilakukan sekarang ini, diantaranya merapikan data dan buku adminstrasi kelompok.

Menurutnya, beberapa kegiatan yang sudah dilakukan di daerah binaan Desa Talawi Hilie adalah meningkatkan daya produksi panen beras Gadang Rumpun yang merupakan beras super yang dikenal gurih, manis, nikmat dan tidak cepat basi dan rencananya melalui Dinas Pertanian Kota Sawahlunto akan memberi bantuan beni beras Bujang Marantau yang sudah berlabel yang kelebihannya cepat dalam panen beras yang bisa 100 hari sudah bisa di panen dan tidak terlalu banyak menggunakan pupuk didalam memberi pakan untuk beni ini.

Pembangunan pertanian kedepan, lanjutnya, diarahkan pada pemberdayaan petani agar menjadi petani yang mandiri. Wujud petani yang mandiri digambarkan dalam perilaku yang efisien, modern dan berdaya saing tinggi. Dalam mencapai hal tersebut diperlukan adanya peningkatan kemampuan petani baik pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap dalam berusaha tani.

“Teknologi pertanian juga berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan memperbaiki mutu produk, sehingga penerapan teknologi dapat meningkatkan nilai tambah yang tinggi dan pada akhirnya mendukung daya saing,” pungkasnya ( Ibu Yeni).

 

(Humas Pemerintah Desa Talawi Hilie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *